Yayasan Dharma Kasih | Peduli Yatim di Cakung Jakarta Timur

Pahala orang yang mengajarkan Al-Qur’an kepada sesama

Assalamualaikum wr. wb.

Apa kabar sudaraku? Semoga Allah senantiasa menganugerahkann kesehatan lahir dan batin, menjadi orang yang mencintai Al-Qur’an dengan membaca, memahami, menadburi, mengajarkan, dan mengamalkannya. Amin!

Rasulullah saw, bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari No. 5027, dari Utsman)
Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Bagi umat Islam Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang mengarahkan kehidupannya ke jalan yang diinginkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam harus menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian hidupnya yang dengannya hidup mereka tertuntun ke jalan yang benar atau jalan yang lurus, jalan yang diridai Allah SWT sesuai dengn firman Allah SWT,

إنَّ هذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (QS Isra: 9)

Agar Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk, umat Islam harus akrab dengannya. Kewajibannya adalah membaca dan memahaminya sehingga dapat mengamalkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk dapat memahaminya, ada langkah-langkah yang harus dilalui. Mulai dengan mengenal Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam, mempelajari bacaannya, membacanya, memahami artinya, menadaburinya, mengajarkannya, dan mengamalkan kandungannya. Proses itu seharusnya dilakukan oleh umat Islam yang cerdas agar kitab suci yang bahasanya adalah bahasa Arab dapat menjadi panduan hidup.

Mengakrabkan Al-Qur’an sebagai panduan hidup harus diperkenalkan kepada anak-anak sedini mungkin. Hal itu dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak sehingga mereka mencintai Al-Qur’an. Setelah itu, mereka diperkenalkan dengan tulisan Arab dan bacaannya sehingga dari awal mereka sudah mulai belajar mebaca Al-Qur’an. Tugas orang tua memang difokuskan untuk itu agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an.

Mengajarkan membaca Al-Qur’an pada hakikatnya menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini atau prasekolah agar mereka memiliki bekal dalam kehidupannya nanti. Dalam kehidupan yang serba modern dan teknologi informasi yang begitu canggih, orang tua sebetulnya menyiapkan generasi mendatang sebagai generasi yang islami, tidak canggung menghadapi tantangan zaman, dan siap mengatasi dekadensi moral yang hebat. Oleh karena itu, orang tua wajib mementingkan pendidikan agama yang pada tahap awal mengajarkan Al-Qur’an, baik langsung diajarkan oleh orang tua atau melalui guru atau pendidikan keagamaan.
Jika anak tidak diarahkan untuk mendalami agama Islam dengan mengawalinya dengan mengajarkan Al-Qur’an, akan dikhawatirkan muncul generasi yang abai terhadap perintah Allah SWT dan mengikuti keinginan hawa nafsunya. Hal itu diingatkan Allah SWT dengan firman-Nya,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka, datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya. Mereka kelak akan menemui kesesatan” (QS Maryam:59)

Mengajarkan anak untuk mebaca Al-Qur’an sejak dini pada dasarnya akan membantu anak untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Diharapkan mereka mampu penghapalkan ayat-ayat Al-Qur’an, terutama surah-surah pendek. Kunci keberhasilan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Qur’an dapat dilakukan melalui:
a. Suasana senang dan membahagiakan akan membantu anak untuk mengingat hapalannya dalam waktu yang lama sehingga akan berinteraksi dengan Al-Qur’an karena tertanam rasa cinta dan keterkaitan terhadap Al-Qur’an.
b. Mengajarkan anak untuk fokus dan perhatian pada pendidiknya melalui hapalan Al-Qur’an.
c. Memberikan penjelasan kepada anak-anak atas nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan yang dihafalkannya sehingga memori mereka akan bekerja lebih eksis.
d. Menciptakan motivasi agar anak mempunyai semangat dalam menghapalkan Al-Qur’an.
e. Mengenalkan hal-hal yang sulit dalam belajar sehingga tidak akan membuat anak susah dalam menghapalkanya.
f. Membantu anak untuk menghapal mata pelajaran lain karena sudah terlatih melalui hapalan Al-Qur’an.

Kita berharap anak-anak sebagai generasi pelanjut akan menjadi muslim yang tangguh yang ditunjukkan dengan kemampuan membaca dan menghapal Al-Qur’an. Walaupun begitu, kemampuan anak tentu tidak sama. Yang penting orang tuanya sudah mementingkan pendidikan agamanya sehingga tangung jawab sebagai orang tua tidak terabaikan. Kemudian, orang tua telah menyiapkan generasi surgawi dan mendapatkan pahala yang luar biasa.

Belajar Al-Qur’an bukan hanya tanggung jawab anak-anak, melainkan orang dewasa yang belum berkesempatan mengenyam pelajaran membaca Al-Qur’an. Umur tidak menjadi penghalang untuk mempelajari baca Al-Qur’an. Walaupun ucapan terbata-bata, kemauan cukup untuk belajar dan melakukannya dengan membaca Al-Qur’an dengan cara baca atau tajwid yang yang belum menguasai, jangan sampai menimbulkan patah semangat. Rasulullah mengapresiasi mereka yang membaca Al-Qur’an belum lancar dan akan mendapat pahala atas bacaannya itu dengan sabdanya,

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya kelak mendapat tempat di dalam surga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sementara itu, orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun, dan tampak agak berat lidahnya (belum lancar) akan mendapat dua pahala.” (HR Bukhari-Muslim)

Saat ini sudah banyak anak-anak penghafal Al-Qur’an (hafiz) pada tingkat sekolah menengah yang melanjutkan ke berbagai perguruan tinggi. Diharapkan akan tumbuh generasi yang menguasai berbagai bidang ilmu dengan hapalan Al-Qur’an dan pemahaman kandungan Al-Qur’an yang memadai. Yakinlah generasi itu akan menjadi generasi tangguh yang mengisi berbagai lini kehidupan. Mereka akan menjadi pelopor dalam menegakkan yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.

Belajar Al-Qur’an tidak berhenti sampai tahap bisa mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi harus berlanjut dengan memahami, menadaburi, mengajarkan, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Selanjutnya, manusia yang terbaik adalah orang yang mengajarkan Al-Qur’an. Siapa pun yang mengajarkan Al-Qur’an, baik kepada keluarga maupun kepada orang lain, mendapat penghargaan dari Rasulullah saw. sebagai manusia terbaik. Mereka akan disanding dengan para orang saleh di surga. Itulah makna hadis Rasulullah tentang orang yang terbaik “dan orang yang mengajarkannya (Al-Qur’an).

Mengapa orang yang mengajarkan Al-Qur’an mendapat tempat di mata Nabi saw. jika dibandingkan dengan ilmuan, pengajar di perguruan tinggi, dan para peneliti? Yang pasti Al-Qur’an adalah kalam Ilahi. Karena kemuliaan sebagai kalam Ilahi, pengajar Al-Qur’an secara terus-menerus mengajarkan dan membentuk manusia yang dibekali dengan kalam Allah SWT. Betapa mulianya ‘guru mengaji” yang telah mencetak insan-insan ahli baca Al-Qur’an. Dapat dibayangkan jika muridnya mengajarkan pula Al-Qur’an kepada orang lain, di situlah nilai lebihnya bahwa dia akan mendapat limpahan pahala yang diberikan murid dari muridnya. Dia akan menjadi amal jariah, yang selalu mengalir selama pembacaan Al-Qur’an masih berlanjut secara turun-temurun.

Sebagai seorang Muslim membaca Al-Qur’an adalah suatu kewajiban karena Al-Qur’an berisi firman-firman Allah agar selalu berada dalam pedoman-Nya.

Saat seseorang mengajarkan Al-Qur’an sampai orang tersebut bisa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, bayangkan berapa banyak kebaikan untuk yang mengajarinya, begitu pula dengan yang mempelajarinya.

Salurkan DONASI terbaik Anda dengan cara:

1. Klik ‘Donasi Di Sini’
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer Bank BCA, Mandiri, BRI, BNI
4. Klik ‘Donasi Di Sini’
5. Kontak Admin Via WA jika sudah transfer

Tidak hanya berdonasi, Sahabat juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya.
Semoga Allah membalas semua kebaikan Sahabat Dermawan.

Leave a Comment