Yayasan Dharma Kasih | Peduli Yatim di Cakung Jakarta Timur

Pengertian zakat pertanian

Apa Itu Zakat Pertanian

Sebagai manusia dewasa kita kerap kali dikaitkan dengan pembahasan mengenai ekonomi. Hal ini membuktikan bahwa persoalan ekonomi merupakan persoalan yang cukup inti dalam kehidupan sehari hari. Mengingat pentingnya pembahasan mengenai ekonomi, maka dalam islam juga diatur sedemikian rinci. Seperti disebutkan dalam Al-Quran maupun Sunnah, ada berbagai konsep tentang pengembangan ekonomi. Seperti Zakat, infaq/waqaf dan shodaqoh dan lain-lain.

Zakat adalah ibadah Maliyah yang mendapatkan perhatian khusus dalam Islam. Menurut ajaran islam, alam semesta beserta isinya adalah milik Allah SWT. Termasuk semua yang dimiliki oleh kita sebagai manusia, berkat keadilan dan kasih sayang Allah kepada manusia, maka alam semesta beserta isinya dipersiapkan untuk kesejahteraan manusia, dengan memelihara dan mengambil manfaatnya, dengan syarat tidak merusaknya.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa pada harta yang dimiliki seseorang, di dalamnya terdapat hak bagi orang lain. Hak yang utama berupa zakat, sedangkan Islam juga menganjurkan agar manusia bersedekah, berqurban, berwakaf,berinfaq, berqurban, beraqiqah, senantiasa memuliakan tamu,menghormati tetangga, serta mentaati aturan pemerintah demi kemaslahatan umum dan ketangguhan negara

Zakat hasil pertanian merupakan salah satu jenis Zakat Maal, objeknya meliputi hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan dan lain-lain.

Firman Allah yang mendukung untuk dikeluarkannya Zakat, khususnya Zakat pertanian sebagai berikut:

““Dan dirikanlah shalat serta bayarlah zakat serta bersujudlah kamu beserta orang-orang sholat”. (QS, Al – Baqarah : 43)

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berkunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-,macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya) Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila berbuah. Dan tunaikanlah haknya (zakatnya) di hari memetiknya, dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah Tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (QS, Al – An’am : 141).

Hadist Nabi:

Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Nabi Saw mengutus Muadz ke Yaman, lalu menuturkan is hadisnya, dan di dalamnya disebutkan, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan zakat kepada mereka pada harta mereka yang diambil dari orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang miskin mereka.” (HR. Bukhari Muslim, dan lafal milik Bukhari)

Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan: ”Atau apabila tanaman itu menyerap ar dengan akarnya, zakatnya ialah sepersepuluh, dan tanaman yang disiram dengan menggunakan binatang atau tenaga manusia, zakatnya adalah seperdua puluh.”

Diriwayatkan dari Ibnu umar RA, ia berkata: “Nabi SAW bersabda: “Terhadap tanaman yang disirami hujan dari langit dan dari mata air atau yang digenangi air selokan, dikeluarkan zakat sepersepuluhnya, sedangkan terhadap tanaman yang diairi dengan sarana pengairan sepersepuluhnya” (HR. Bukhari dan Ahmad).

Yuk tunaikan zakat mu melalui kalkulator zakat di Yayasan Dharma Kasih Jakarta Timur platform donasi terpercaya dan amanah menjadikan amal ibadah mu lebih bermanfaat di yaumul akhir.

Leave a Comment