Yayasan Dharma Kasih | Peduli Yatim di Cakung Jakarta Timur

Adab Minum Dengan Baik Menurut Islam

Dalam Islam, segala sesuatu diatur dengan sedemikian rupa. Begitu pun ketika seorang muslim hendak minum minuman.
Makan dan minum menjadi kebutuhan pokok tiap-tiap manusia untuk melangsungkan hidup. Berkaitan dengan itu, ada sejumlah adab minum yang baik menurut Islam.

9 Adab Minum yang Baik Menurut Islam

1. Berniat dan Membaca Basmalah
Maksud dari niat ketika hendak minum yaitu berniat untuk menguatkan badan dan menjaga kesehatan. Dengan demikian, minuman yang dikonsumsi akan bernilai pahala. Pentingnya niat telah diingatkan Rasulullah SAW kepada para umatnya dalam hadits yang berbunyi,

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

Artinya: “Sebuah perbuatan dinilai berdasarkan motivasinya (niyyah), dan tiap orang mendapatkan apa yang diniatkan. Mereka yang hijrah karena Allah dan RasulNya maka Allah SWT dan RasulNya akan membalas orang tersebut, namun mereka yang hijrah karena hal yang bersifat duniawi atau wanita yang akan dinikahi maka dia akan mendapatkan hal tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, membaca basmalah menjadi suatu kebiasaan yang harus dipanjatkan ketika hendak mengerjakan sesuatu, termasuk minum. Membaca basmalah dapat mengusir setan dan mendapat keberkahan.

2. Menggunakan Tangan Kanan
Adab minum selanjutnya yakni menggunakan tangan kanan. Baik makan ataupun minum, menggunakan tangan kanan menjadi kebiasaan yang diperintahkan Rasulullah. Sebaliknya, mengerjakan sesuatu dengan tangan kiri menjadi kebiasaan setan.

Dari Abdullah Bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya dan minum dengan tangan kanannya. Sesungguhnya, setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

3. Minum Sambil Duduk
Rasulullah SAW melarang umatnya minum sambil berdiri, ini sesuai dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, beliau bersabda:

“Janganlah salah seorang dari kalian minum sambil berdiri. Apabila ia lupa, hendaknya ia memuntahkannya.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain dari Anas bin Malik RA menyebutkan,

عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا

Artinya: Dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. “Qatadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab: “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR Muslim)

4. Minum Tiga Kali
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk minum dengan tiga kali napas dan jeda di setiap tegukan. Pertama, beliau membaca bismillah lalu minum, kemudian membaca alhamdulilah. Setelahnya, Rasulullah SAW menjauhkan gelas dari mulut dan kembali melakukan hal serupa sebanyak tiga kali.

Anjuran ini dimaksudkan menghindari dampak buruk bagi kesehatan. Ketika seseorang minum sekaligus tanpa jeda dalam jumlah yang banyak, maka volume darah akan meningkat dan berujung membebani jantung.

5. Tidak Bernafas dalam Gelas
Adab minum lainnya yang harus diperhatikan yaitu tidak bernafas di dalam gelas atau menghembuskan udara ke dalamnya. Air dapat menyerap bau, apabila seseorang baru makan makanan dengan bau menyengat seperti bawang merah, lalu ia bernapas di dalam gelas, tentu bau tersebut akan berpindah ke air minum.

Hal itu akan mengganggu jika air diminum oleh orang setelahnya. Begitu pun jika aroma mulut seseorang kurang sedap. Karenanya, jauhkan gelas dari mulut jika hendak bernafas.

6. Memuji Allah setelah Minum
Setelah minum, hendaknya umat Islam mengucap, “Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah).” Ini menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

7. Hindari Gelas Emas atau Perak
Menurut Majmu Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, Syekh Ibn Baz, 6/378 dalam laman Islam Q&A, haram hukumnya minum dengan menggunakan gelas yang terbuat dari emas atau perak berdasarkan nash dan ijma’. Rasulullah SAW bersabda,

لا تشربوا في آنية الذهب والفضة ولا تأكلوا في صحافها فإنها لهم في الدنيا ولكم في الآخرة ) متفق على صحته من حديث حذيفة رضي الله عنه

Artinya: “Janganlah kalian minum dari wadah emas dan perak, dan janganlah kalian makan dari piringnya, karena benda-benda itu untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kalian (orang beriman) di akhirat.” (Muttafaq alaih, dari hadits Huzaifah RA)

Minum dari gelas yang terbuat emas atau perak menjadi tanda kesombongan. Selain itu, hal tersebut dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

8. Hindari Minuman yang Haram
Menjauhi minuman yang haram juga termasuk ke dalam adab minum menurut Islam. Contoh dari minuman haram ini seperti arak dan alkohol.

Minuman haram berdampak buruk bagi kesehatan, apalagi jika dikonsumsi rutin. Banyak dikitnya kadar minuman beralkohol tetaplah haram.

9. Jangan Membuang Minuman yang Kejatuhan Lalat
Ketika lalat hinggap di dalam minuman, kita tentu akan langsung membuangnya karena jijik. Namun, menurut ajaran Islam, minuman yang sudah dihinggapi lalat masih aman dan konsumsi asalkan mengikuti cara dan anjuran Rasulullah.

Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang dari kalian, maka celupkanlah lalat itu, lalu buanglah. Sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat penawar.” (HR Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)

Demikian pembahasan mengenai adab minum yang baik menurut Islam.

Leave a Comment