Yayasan Dharma Kasih | Peduli Yatim di Cakung Jakarta Timur

8 Alasan Mengapa Kita Harus Menghormati Orang Tua

Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban bagi setiap anak. Karena dengan tulus ikhlas, orang tua telah berjasa merawat dan membesarkan anaknya.
Banyak ayat-ayat Al Qur’an dan hadits nabi yang memerintahkan manusia untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua merupakan manusia mulia yang harus dihormati dan diberikan kasih sayang oleh anaknya.

Mengapa Kita Harus Menghormati Orang Tua?

Agama Islam mengajarkan umat manusia untuk menghormati dan mematuhi orang tua. Sebab, orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup. Orang tua harus dihormati dan juga dipatuhi.

Menghormati orang tua merupakan kewajiban bagi setiap muslim, sesuai dengan perintah Allah SWT. Mengutip situs Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII, kewajiban ini berdasarkan firman Allah dalam surat Luqman (31:15)

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali”.

Kedua orang tua adalah salah satu pintu surga yang paling pertengahan. Dalam riwayat Abu Abdurrahman As Sulami, meriwayatkan dari Abu Darda, seorang pria datang ke Rasulullah dan mengatakan, “Saya memiliki seorang istri, namun ibuku menyuruhku untuk mentalaknya”. Abu Darda mengatakan,”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,

الوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الجَنَّةِ، فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ البَابَ أَوْ احْفَظْهُ

“Orang tua merupakan pintu syurga paling pertengahan, jika engkau mampu maka tetapilah atau jagalah pintu tersebut”. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dishahihkan Syekh Al-Albani dan syekh Al-Arnauth).

Berbakti kepada orang tua adalah amalan di jalan Allah atau fi sabilillah. Agungnya kedudukan orang tua dan besarnya hak mereka mendapatkan bakti dari anaknya membuat kewajiban untuk berbakti tak gugur meski orang tua berbeda keyakinan dengan anaknya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra ayat 23:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Bagaimana Cara Menghormati Orang Tua?
Saat orang tua masih hidup, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini:

1.Menghormati dan memperlakukan mereka dengan sopan
2.Mematuhi perintah mereka selama tak bertentangan dengan ajaran agama
3.Membantu pekerjaan mereka
4.Membahagiakan keduanya
5.Menghargai apapun usaha yang dilakukan orang tua

Lalu, saat orang tua sudah meninggal, ini yang bisa dilakukan:

Memohon ampunan kepada Allah SWT untuk orang tua

  1. Menunaikan wasiat mereka
  2. Menyambung silaturahmi yang pernah dilakukan orang tua
  3. Menjaga nama baik mereka

Salah satu sebab dikabulkannya taubat adalah dengan berbuat baik atau berbakti kepada orang tua. Diriwayakan oleh Ibnu Umar, ada seorang pria yang mengaku telah berbuat dosa besar dan Rasulullah menyarankan untuk berbuat baik kepada orang tuanya.

أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، رَجُلٌ، فقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أَذْنَبْتُ ذَنْبًا كَبِيرًا، فَهَلْ لِي مِنْ تَوْبَةٍ؟، فقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَكَ وَالِدَانِ؟ »، قَالَ: لَا، قَالَ: «فَلَكَ خَالَةٌ»؟، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «فَبِرَّهَا إِذًا».

“Seorang pria datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “wahai Rasulullah, saya telah melakukan dosa besar, apakah masih ada taubat untukku?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah kamu masih memiliki kedua orang tua?” “Tidak,” “Apakah kamu memiliki khalah (saudari ibu)?” “Iya,” “Kalau begitu berbuat baiklah kepadanya!” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syekh Al-Albani).

Yuk salurkan harta terbaik mu melalui link donasi yayasan galang generasi sejahtera : >>> MENELADANI AKHLAK RASULULLAH SAW UNTUK MEMBANGUN GENERASI BERKARAKTER ISLAMI <<<

Leave a Comment