Yayasan Dharma Kasih | Peduli Yatim di Cakung Jakarta Timur

6 Sunnah Memasuki Kamar Mandi

Keluar masuk kamar mandi adalah salah satu rutinitas yang dikerjakan muslim dalam sehari semalam. Sebagai kebiasaan yang berulang, ada baiknya bila muslim menerapkan anjuran sunnah di kamar mandi sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Tuntunan ini bahkan membuat kaum musyrikin terperangah dengan Islam. Mereka bahkan berkata pada salah seorang sahabat, Salman Al Farisi RA, yang diabadikan dalam sebuah hadits. Mereka berkata,

… قدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ كُلَّ شيءٍ حتَّى الخِراءَةَ قالَ: فقالَ: أجَلْ لقَدْ نَهانا

Artinya: “Sungguh Nabi (Muhammad SAW) kalian telah mengajarkan segala sesuatu sampai-sampai perkara adab buang hajat sekalipun,” Salman menjawab, “Ya, benar…” (HR Muslim).

6 Sunnah Rasulullah SAW di Kamar Mandi

1. Masuk dengan Kaki Kiri
Rasulullah SAW kerap diceritakan lebih senang mendahulukan kaki dan tangan kanan dibandingkan kiri. Namun saat masuk kamar mandi, Rasulullah SAW mendahulukan kaki kiri dibanding kanan.

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Artinya: “Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Keluar dengan Kaki Kanan
Berbeda dengan saat masuk, keluar kamar mandi didahului kaki kiri. Sebab, menurut Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 1, kegiatan di kamar mandi disebut sebagai hal-hal yang tidak mulia.

Sementara, keluar dari kamar mandi disebut untuk sesuatu dengan tujuan mulia sehingga dianjurkan dengan kaki kanan untuk melangkahnya.

3. Buang Air Kecil Jongkok
Sunnah di kamar mandi selanjutnya adalah membuang air kecil dengan posisi tidak berdiri atau jongkok. Hal ini didasarkan dari hadits yang dikisahkan Aisyah RA, ia berkata tentang kebiasaan Rasulullah SAW.

“…Barang siapa yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW kencing sambil berdiri, janganlah dipercaya. Beliau tidak pernah kencing kecuali sambil duduk.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah).

4. Tidak Berlama-lama
Bila urusan di kamar mandi bisa selesai dalam waktu singkat, sebaiknya jangan dibuat terlalu lama. Hal ini sudah diingatkan Rasulullah SAW dalam haditsnya.

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri setan, maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR Ahmad, Ibnu Majah

Hal ini berlaku untuk adab mandi maupun saat buang hajat. Urusan kamar mandi sebaiknya diselesaikan secepatnya.

5. Tidak Berzikir atau Berbicara
Melansir Ringkasan Fiqih Mazhab Syafi’i karangan Dr. Musthafa Dib Al-Bugha, Rasulullah SAW mencontohkan muslim untuk diam ketika berada di dalam kamar mandi. Termasuk mengeluarkan perkataan baik seperti berzikir dan menjawab salam.

Hal ini didasari oleh hadits Rasulullah SAW yang tidak menjawab salam saat sedang buang air kecil.

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

Artinya: “Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya.” (HR Muslim).

Dalam penjelasannya, Syaikh Abu Malik mengatakan ada pengecualian untuk kondisi darurat. Misal saat ada yang meminta air atau bertanya hal yang perlu segera dijawab. Penjelasan ini bisa dilihat dalam buku Shahih Fiqh Sunnah karya Syaikh Abu Malik.

6. Membaca Doa
Terakhir, Rasulullah SAW menganjurkan muslim untuk membaca doa sebagaimana sebelum memulai aktivitas lainnya. Berikut hadits yang menjelaskan bacaan doanya,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: “Rasulullah SAW ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits tentang masuk kamar mandi lainnya berasal dari Abu Said Al-Khudri RA.

سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُث َ وْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ

Artinya: “Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: Bismillah.” (HR Ibnu Adi, At-Thabrani, dan Ibnu Hajar).

Setelahnya, sunnah di kamar mandi yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah membaca doa keluar kamar mandi berikut yang dinukil dari Kitab Sunan Abi Dawud, Al Thaharah.

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلهِ الذي أَذْهَبَ عَنِّيْ الْأَذَى وَعَافَانِيْ

Artinya: “Ampunilah aku. Segala puji bagi Allah yang telah melenyapkan penyakit dariku dan memberiku kesehatan.”

Terima kasih telah membaca dan mengunjungi website Yayasan Dharma Kasih Jakarta Timur yuk bantu dukung program kami dengan berdonasi Kesehatan YDK-JT

Leave a Comment